TUGAS UAS

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR PELAYANAN
PAJAK PRATAMA MAGELANG











Disusun Oleh:
IKA BUNGA ANALIA AGUSTIN
14101369




SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG
2017




KATA PENGANTAR
Atas berkat rahmat SWT dan dengan mengucap puji syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir semester ini dengan judul: “PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MAGELANG”. Laporan ini disusun untuk memenuhi Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Riset SDM di Perguruan Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang.
Dalam penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan beberapa pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian tugas ini. Semoga penulisan laporan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Malang, 2017


     Penulis





BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pada perkembangan globalisasi ini banyak perusahaan yang dituntut untuk dapat memaksimalkan kinerja karyawan. Hal ini berarti bahwa perusahaan harus mampu menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dalam mengatasi hal tersebut sumber daya manusia (SDM) adalah paling utama yang harus diperhatikan perkembangannya karena dengan adanya SDM yang baik dan professional akan sangat membantu dalam memaksimalkan kinerja dalam suatu perusahaan. Dengan adanya SDM yang baik maka kinerja yang dihasilkan akan mempengaruhi kemajuan perusahaan tersebut begitu juga sebaliknya jika kinerja suatu perusahaan tidak baik maka akan menghambat kemajuan perusahaan. Menurut Suwatno (2011: 196) “kinerja merupakan performance atau unjuk kerja. Kinerja dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil unjuk kerja”. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang menurut Robert L. Mathis dan John Jackson (2001: 82) yaitu kemampuan karyawan, motivasi, dukungan atau dorongan yang diterima, keberadaan pekerjaan yang dilakukan dan hubungan dengan organisasi atau perusahaan. Kinerja karyawan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang, masih kurang maksimal. Terdapat beberapa karyawan yang kurang profesional dan disiplin misalnya saat jam istirahat banyak karyawan yang lebih awal keluar kantor untuk istirahat atau telat masuk kantor saat jam istirahat telah selesai. Kurangnya kedisiplinan tersebut menyebabkan pelanggan yang akan melakukan konsultasi menjadi menunggu terlalu lama sehingga banyak pelanggan yang merasa kecewa dan membuang-buang waktunya.
Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk meneliti lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Karena dengan adanya motivasi yang baik akan menghasilkan kemauan bagi karyawan untuk bekerja lebih baik namun tanpa adanya pelatihan yang akan meningkatkan kemampuan yang baik pula karyawan tidak dapat bekerja dengan baik begitu juga sebaliknya, jika seorang karyawan memiliki kemampuan namun tidak ada kemauan dalam bekerja, maka hasil kerja yang dihasilkan juga tidak akan maksimal. Jadi adanya kemauan juga harus diiringi dengan adanya kemampuan sehingga akan menghasilkan kinerja karyawan yang baik bagi perusahaan. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang dengan judul “Pengaruh Motivasi Dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang”.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka, dalam penyusunan penelitian ini penulis merumuskan masalah sebagai dasar penelitian yang dilakukan yaitu :
1.         Bagaimana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di KPP Pratama Magelang?
2.         Bagaimana pengaruh penelitian kerja terhadap kinerja karyawan di KPP Pratama Magelang?
3.         Bagaimana pengaruh motivasi kerja dan pelatihan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan di KPP Pratama Magelang?

C.      Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.         Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di KPP Pratama Magelang.
2.         Pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan di KPP Pratama Magelang.
3.         Pengaruh motivasi kerja dan pelatihan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan di KPP Pratama Magelang.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA dan HIPOTESIS


A.      TINJAUAN PUSTAKA
1.         Kajian Teori
Grand theory digunakan untuk penelitian penulis ini adalah Manajemen, Middle theory adalah Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan Applied theory adalah Motivasi Kerja, Pelatihan Kerja, dan Kinerja.
a.    Grand Theory
Menurut Rivai (2009:2), menyatakan bahwa “Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pendayagunaan sumber  daya lainnya secara efisien, efektif, dan produktif menupakan hal yang paling penting untuk mencapai tujuan:. Manajemen merupakan sebuah proses tertentu yang terdiri atas berbagai kegiatan merencanakan, mengorganisasikan dan juga menggerakkan sebuah sumber daya manusia serta menggandakan pengendalian demi tercapainya sebuah tujuan.
b.    Middle Theory
Middle Theory digunakan dalam penelitian penulis ini adalah Sumber Daya Manusia (2008:3), “Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasaian, pengarahan, dan pengawasankegiatan-kegiatan pengadaan, pengemabngan, pemberian kompensasi, pengintegrasain, pemeliharaaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai sebagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat”.
c.    Applied Theory
1)        Motivasi Kerja
Menurut Stokes (1966:92) dalam Kadarsiman (2012) motivasi kerja adalah sebagai pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, juga merupakan faktor yang membuat perbedaan antara sukses dan gagalnya dalam banyak hal dan merupakan tenaga emosional yang sangat penting untuk sesuatu pekerjaan baru. Sedangkan pendapat lainnya motivasi adalah dorongan yang dimiliki individu untuk melakukan tindakan tertentu berdasarkan kebutuhannya (Cascio, 1995).
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan kewajiban yang telah diberikan kepadanya.
2)        Pelatihan Kerja
Menurut Ike Kusdyah Rachmawati (2008:110) “Pelatihan Kerja merupakan wadah lingkungan bagi karyawan, dimana mereka memperoleh atau mempelajari sikap, kemauan, keahlian, pengetahuan, dan perilaku spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan”.
Menurut Ike Kusdyah Rahmawati (2008:112) menyatakan bahwa langkah-langkah pelatihan sebagai berikut : langkah-langkah pelatihan dan pengembangan adalah suatu proses untuk melaksanakan pelatihan pada umumnya. Suatu perusahaan perlu memikirkan hal-hal yang dibutuhkan untuk melangsungkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan, tujuan, metode yang akan digunakan dalam pelataihan, serta melakukan evaluasi setelahnya.
Menurut Gary Dessler dalam Suwatno (2011:118) pelatihan kerja merupakan proses mengajarkan karyawan baru aatu yang ada sekarang, ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka.
Berdasarkan kajian di atas maka pelatihan kerja adalah proses yang dilaksanakan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dlam bekerja dan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kecakapan serta sikap karyawan yang diperlukan dalam mencapai tujuan pekerjaan tersebut.
3)        Kinerja Karyawan
Menurut Mangkunegara (2012:9) “Kinerja karyawan (prestasi kerja)adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadannya”. Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2012:34) “Kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalama, dan kesungguhan serta waktu”. Dari beberapa pandangan mengenai pengertian kinerja menurut ahli, maka disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja karyawan sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan atau target yang telah ditentukan pada peiode waktu tertentu.

B.       Landasan Penelitian Terdahulu
Landasan penelitian terdahulu ini merupakan salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Berikut merupkan penelitian terdahulu berupa beberapa jumlah terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis.
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
Heru Setiyono
Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kelauatan dan Perikanan Kabupoaten Kebumen.
Kedua variabel yaitu kompensasi sebagai variabel independen pertama (X1) dan motivasi kerja (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan Dinas Kelauatan dan Perikanan Kabupaten Kebumen

C.      Model Kerangka Teori
Penelitian ini mempunyai dua variabel independen (bebas) dan satu variabel dependen (terikar). Motivasi kerja sebagai variabel independen pertama (X1), pelatihan kerja sebagai variabel independen kedua (X2) dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen (Y). Hubungan variabel independen dan variabel dependen tersebut dapat dilihat melalui paradigma penelitian sebagai berikut :

 Text Box: Y
Kinerja Karyawan
 

D.      HIPOTESIS
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
1.         Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada KPP Pratama Magelang
2.         Terdapat pengaruh positif dan signifikan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan kinerja karywan pada KKP Pratama Magelang
3.         Terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja dan pelatihan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada KPP Pratama Magelang.



BAB III
METODE PENELITIAN


A.      JENIS PENELITIAN
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian sebab akibat yang berguna untuk menganalisan hubungan-hubungan antar suatu variabel-variabel bebas (X) motivasi kerja dan pelatihan kerja terhadap variabel terikat (Y) kinerja karyawan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang.

B.       TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang yang beralamat di Jalan Veteran No. 20 Magelang, yang merupakan kantor yang bergerak dalam bidang pelayan pajak.

C.      VARIABEL PENELITIAN
1.      Variabel bebas (independent variabel) Variabel bebas adalah variabel yang keberadaanya tidak tergantung atau dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam penelitian ini yang tergolong sebagai variabel bebas adalah motivasi kerja yang meliputi :
a.       Motivasi (XI)
b.      Pelatihan Kerja (X2)
2.      Variabel Tergantung (dependent variabel)  Variabel terganntung dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y)

D.       INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen yang dipakai sebagai alat untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah berupa angket (kuesioner) yang berisi pertanyaan tentang motivasi kerja, pelatihan kerja dan kinerja karyawan. Data-data dalam penelitian ini berbentuk kuantitatif, yaitu dengan membagikan kuisioner kepada responden. Responden diminta melakukan penilian tentang motivasi kerja, pelatihan kerja dan kinerja karyawan Kantor pelayanan Pajak Pratama Magelang.

E.       POPULASI DAN SAMPEL
Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh karyawan pada KPP Pratama Magelang berjumlah 80 orang. Penentuan sampel agar mewakili karakteristik populasi, maka diambil dari karyawan dengan penentuan besarnya sampel menggunakan metode Slovin Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan tujuan penelitian yang dilakukan.

F.       TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, itulah yang dikemukakan oleh sugiyono (2013:2). Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunkan dalam penelitian ini diantarannya :
1.         Kuisioner atau Angket
Kuesioner atau angket adalah daftar pertanyaan yang setiap butir-butir pertanyaannya sudah disediakan jawaban untuk dipilih atau telah disediakan tempat untuk mengisi jawabannya. Data yang diperoleh dari kuesioner atau angket berupa jawaban dari angket yang telah disebarkan. dan diisi oleh responden dan mendapatkan data jumlah jenis kelamin, responden, data umur responden, data jenjang pendidikan responden, data masa kerja responden, data bagian kerja responden, serta mengenai prestasi kerja.
2.         Dokumentas
Dokumentasi adalah pengumpulan data untuk melihat data dengan jelas dan berhubungan dengan peneliti tentang perusahaan yang akan diteliti. Metode ini digunakan untuk mencari data dari perusahaan dengan meneliti sumber-sumber tertulis yang berkaitan dengan objek penelitian dan gambara umum. Data yang diperoleh dari dokumentasi adalah dapat mengetahui tentang visi-misi, struktur organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Magelang.

G.      TEKNIK ANALISA DATA
Teknik analisa data adalah suatu cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan. Ada dua teknik analisa data menurut penelitiannya. Ada analisa data kuantitatif dan kualitatif.

H.      UJI ASUMSI KLASIK
1.         Uji Validitas
Validitas menunjukkan tingkat kemampuan instrumen penelitian, mengukur apa yang hendak diukur dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji valisitas menggunkan teknik korelasi Product Moment dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item dengan skor total. Instrumen dinyatakan valid jika nilai korelasi Product Momen (r hitung) lebih besar dari nilai r tabel pada taraf nyata α = 5%

2.         Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cronbach.
Pengujian relibialitas instrumen dilakukan pada item-item pertanyaan  yang memiliki validitas. Instrumen dinyatakan reliabel jika harga reliabilitas yang diperoleh paling tidak mencapai 0.6.

3.         Uji Multikolinieritas
Salah satu asumsi model regresi linier adalah tidak terdapat korelasi yang sempurna atau korelasi tidak sempurna tetapi relatif sangat tinggi pada variabel-variabel bebasnya. Menurut Ghozali (2006) menyatakan bahwa, jika terdapat multikolinieritas sempurna maka akan berakibat koefisien regresi tidak dapat ditentukan standar deviasi akan menjadi tidak hingga, jika multikolinieritas kurang sempurna maka koefisien regresi meskipun berhingga akan mempunyai standar deviasi yang besar, berarti pula koefisiennya tidak dapat ditaksir dengan mudah.



DAFTAR PUSTAKA


Rachmawati, Ike Kusdyah 2008. Manajemen sumber daya manusia. Yogyakarta:ANDI

Mangkunegara. (2012). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: PT. Refika Aditama

H.Malayu S.P Hasibuan. (2008). Organisasi dan Motivasi. Jakarat: PT. Bumi Aksara

Gary Pessler. (2011). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.



Komentar